Majakani Kanza

JIKA ANDA PRIA,

Berikan ini Untuk Istri Tercinta
JIKA ANDA WANITA,
Berikan Persembahan Mengejutkan bagi Pasangan Anda.
=================================
Berbicara tentang vagina atau alat kelamin wanita memang terasa masih tabu di masyarakat kita. Mencoba menelusuri berbagai laman situs internet yang ada, tetapi masih sangat sedikit informasi tentang cara merawat vagina yang bisa kita temukan. Padahal seperti yang diketahui bahwa vagina adalah salah satu alat vital yang peranannya sangat penting sebagai alat reproduksi.

Dengan perannya sebagai organ paling intim pada wanita, maka sudah sepantasnya berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan organ reproduksi ini, secara luas harus diketahui, khususnya bagi kaum hawa. Menjaga kesehatan dan kebersihan vagina adalah sebuah hal yang mutlak dilakukan oleh setiap wanita, meski melalui berbagai media sering ditemui iklan yang menyebutkan ada produk pembersih vagina yang konon dapat membuat keset dan sebagainya.

Dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh ilmuawan asing, menyebutkan bahwa vagina tidak memerlukan produk kimia dan pengharum untuk mempertahankan kebersihannya. Malah justru produk tersebut dapat mengganggu keseimbangan pada pH vagina.

Pendapat lain mengemukakan bahwa vagina yang sehat, maka secara otomatis akan membersihkan dirinya sendiri. Pada ekosistem vagina terdapat simbiosis mutualisme antara vagina dengan bakteri. Bakteri ini mampu melawan bakteri jahat yang masuk ke sistem reproduksi. Bakteri tersebut dinamakan dengan lactobacili yang fungsinya adalah menjaga keasaman vagina pada pH 3,8 – 4,5. Sementara bagian lendir yang terdapat pada vagina terdiri dari air, albumin, dan sedikit sel darah putih, dan juga mucin atau zat berminyak yang menyebabkan vagina licin dan berkilau. Lendir ini sebenarnya bukanlah kotoran atau produk sisa seperti fases.

Mengenal Gangguan Kesehatan pada Vagina

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi vagina menjadi tidak sehat. Faktor-faktor tersebut terdiri dari beberapa hal, seperti yang akan dipaparkan di bawah ini:

  1. Kurangnya menjaga kebersihan vagina akan berdampat munculnya bakteri jahat yang dapat membuat vagina menjadi gatal-gatal dan lain sebagainya. Hal ini dapat diatasi dengan membersihkan vagina secara teratur saat mandi. Tidak perlu menggunakan scrub atau sabun parfum. Cukup bersihkan vagina Anda dengan sabun biasa, dan dengan air yang secukupnya. Selain itu mandilah secara teratur.
  2. Infeksi pelvis sering terjadi pada vagina. Hal ini diakibatkan oleh kondisi vagina yang terlalu basa. Faktor-faktor penyebab infeksi pelvis bisa berupa karena diet, kontrasepsi yang tidak cocok dan juga tingkat stres. Infeksi pelvis yang terjadi akan mengakibatkan berkembang biaknya bakteri jahat pada vagina.
  3. Penggunaan produk pembersih vagina dapat mematikan bakteri baik. Dengan matinya bakteri baik pada vagina, maka akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan pH.

 

APA SAJA JENIS PENYAKITNYA:

 

  1. Kalau Anda mengira bahwa penyakit vagina hanya keputihan saja, Anda salah, Ada banyak sekali permasalahan pada bagian tubuh wanita yang satu itu. Nah, permasalahan itu disebut dengan vaginitis.
  2. Menurut medicinenet.com, ada banyak macam vaginitis yang mungkin Anda temui nantinya. Pada vaginitis, vagina cenderung mengalami pembengkakan atau mengalami infeksi pada bagian vulva atau labia dan vagina. Beberapa merupakan penyakit serius, beberapa hanya penyakit ringan yang bisa dengan mudah disembuhkan.
  3. Ada beberapa macam vaginitis yang paling sering muncul.
  4. Yang pertama adalah infeksi jamur. Infeksi ini muncul akibat jamur bernama Candida. Infeksi ini membuat vagina terus menerus mengeluarkan cairan berwarna putih yang tebal. Beberapa wanita juga merasakan gatal dan panas.
  5. Kemudian ada juga bacterial vaginosis yang merupakan ledakan jumlah bakteri yang muncul pada vagina. Biasanya infeksi ini muncul pada perempuan yang masih aktif secara seksual. Vagina akan mengeluarkan cairan tipis berwarna putih susu dengan bau amis seperti ikan.
  6. Yang parah adalah penyakit vaginitis yang menular secara seksual. Penyakit ini menular melalkui kontak seksual baik vaginal, oral, antau anal. Penyakit yang ditularkan secara seksual adalah triachomorniasis, chlamidia, dan herpes.
  7. Yang terakhir, vagina Anda juga bisa terjangkit vaginitis yang tidak menular. Biasanya penyakit ini muncul akibat alergi terhadap pembalut atau tampon, sabun, detergen, softener, atau kondom.

 

 

Komentar ditutup, tetapi trackback dan pingback dibuka.